e- Jurnal

HUBUNGAN RIWAYAT SC (PARTUS KASEP) DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESARIA

DI IRNA C RSUD SYARIFAH AMBAMI RATO EBHU BANGKALAN

( Relationship History Sc (Parturition Kasep) In Wound Healing Post Sectio Caesaria

In Irna C Syarifah Hospital Ambami Rato Ebhu Bangkalan )

1. Rytme Purwatiningtyas(Mahasiswa STIKES Insan Unggul Surabaya),

2.Nurun Nikmah(Dosen STIKES Insan Se Agung Bangkalan)

ABSTRAK

Postoperative wound management sectio Caesaria aims to improve tissue healing process and prevent infection.
Factors – factors that affect wound healing are age, parity, nutrition, illness and a history of labor mobilization in addition
also affected. The purpose of this study to analyze the relationship history Sectio Caesarea (parturition kasep) with wound
healing post Sectio Caesarea in hospitals Syarifah Ambami Rato Ebhu Bangkalan.
This study is observational analytic time “cross-sectional”. Large sample of 25 people is taken by way of accidental
sampling (Convenience Sampling). By using a statistical test Chi – square which is one type of comparative non-parametric
tests were performed on two variables, where Ho is rejected if p <ά (0.05) that there is a connection with the history of Sectio Caesarea wound healing post Sectio Caesarea and Ho is accepted if p > ά (0.05) that there is no history of Sectio
Caesarea relationship with wound healing post Sectio Caesarea.
Based on the statistical test Chi – Square obtained probability value is less than the value of Alpha (0,001 <0,05). Thus H1 is rejected Ho accepted, which means there is a significant relationship between a history of SC (parturition kasep) with wound healing post SC. In this study showed no association between a history of Sectio Caesarea (parturition kasep) with wound healing post Sectio Caesarea. History Sectio Caesarea (parturition kasep) most patients had an open wound healing (78.5%). Advice for the profession should always provide information about things that will affect the community thereby wound healing (post Sectio Caesarea mother) will understand the process of wound healing. Keywords : History sectio Caesarea, Wound healing no.1 jurnal nurun

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS X TENTANG MENSTRUASI DENGAN PERILAKU
PERSONAL HYGIENE SAAT MEANTRUASI DI SMKN 02 BANGKALAN
ANALIZE THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE YOUNG WOMEN CLASS X ABOUT MENSTRUATION WITH PERSONAL
HYGIENE DURING MENSTRUATION IN SMKN 02 BANGKALAN

1
Permatasari,(Mahasiswa STIKES Insan Unggul Surabaya)
2
Nurun Nikmah,(Dosen STIKES Insan Se Agung Bangkalan)

ABSTRAK

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan faktor penting dalam menentukan perilaku higienis perempuan pada
saat menstruasi. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduki akan memungkinkan perempuan tidak berperilaku higienis pada saat menstruasi. Personal hygiene yang kurang akan menimbulkan masalah-masalah kesehatan reproduksi. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat personal hygiene yang terjadi pada remaja putri saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri kelas X tentang menstruasi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMKN 02 Bangkalan.
Penelitian ini termasuk penelitian analitik korelasi dan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Besar sampel sebanyak 53 orang. Masing-masing variable yang diteliti dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman dengan tingkat signifikan p< 0,05 untuk mengetahui hubungan dari masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan cukup tentang menstruasi 47,2%, personal hygiene kurang saat menstruasi 37,7% dan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel, teknik analisa menggunakan uji statistik Rank Spearman dengan tingkat signifikan p< 0,05. Dan nilai probality lebih kecil dari pada nilai Alpha 0,0001. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa remaja lebih banyak berpengetahuan cukup, dengan perilaku personal hygiene kurang. Ini menunjukkan pentingnya pengetahuan terhadap perilaku personal hygiene remaja putrid saat menstruasi Kata kunci: Pengetahuan, Remaja, Menstruasi, Personal Hygiene no.2 jurnal nurun

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN
DI TK PGRI KANGENAN DESA LANGKAP KECAMATAN BURNEH
KABUPATEN BANGKALAN

THE RELATIONS PARENTS PARENTING WITH CHILD DEVELOPMENT AGES 3-5 YEARS
IN KINDERGARTEN PGRI KANGENAN BURNEH BANGKALAN

1.Rika Sulistiyo Rini(Mahasiswa STIKES Insan Unggul Surabaya)
2.Nurun Nikmah(Dosen STIKES Insan Se Agung Bangkalan)

ABSTRACT
Child development, the developments associated with children’s ability to perform daily activities without assi stance by
others. Up to now, parents have commited mistakes, that is they have paid little attention on child’s development, so childre n
have experienced slow development. This research method is to know the relations parents parenting with chold
development ages 3-5 years in kindergarten PGRI Kangenan Langkap.
This study is analytic study, based on objective including research based on time correlation, while including Cross
Sectional, the independent variable is the pattern of parenting and the dependent variable is the development of children
aged 3-5 years were 41 children, with a sample of 37 parents and children taken by the technique simple random sampling,
was measured using a questionnaire and analysis using the Spearman rank test with significance value of 0,05.
The results obtained that the pattern of parenting that 71,4% democratic, parenting that 21,62% authoritarian, parmisif
parenting and child development 13,51% corresponding 62,16%, child development questionable 24,33%, and child
development deviation 13,51%. Statistical test results obtained correlation coefficient values 0,001 where p <α = 0,05 so Ho is refused accepted and H is accepted that there is a relationship parenting parents with the development of children aged 3-5 years. 1 From this study we can conclude that there is a pattern of parenting to the development of children aged 3-5 years in kindergarten PGRI Kangenan Langkap. Keywords: Parenting, Child Development No.3 Jurnal Nurun

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK)
MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
STIKES INSAN SE AGUNG BANGKALAN

1.Nurun Nikmah(Dosen STIKES Insan Se Agung Bangkalan)

ABSTRAK

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan Diploma III Kebidanan mempunyai misi yaitu Menyelenggarakan pendidikan Diploma III Kebidanan yang
berkualitas dalam upaya mempersiapkan bidan pelaksana yang kompeten, bermoral tinggi dan berkepribadian Indonesia
dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
Metodologi penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner terstruktur dan data primer. Jumlah sampel 38 mahasiswa kebidanan yang berada di STIKES Insan
Se Agung Bangkalan. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis
multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil peneltian ini menunjukkan pada kinerja dosen baik (78,9%0, lingkungan keluarga baik (89,5%), sarapana dan
prasarana baik (47,4%), motivasi belajar baik (78,9%), dan penerapan sarapan baik (26,3%). Ke lima faktor tidak
mempunyai pengaruh terhadap nilai IPK mahasiswa.
Dalam rangka meningkatkan nilai IPK mahasiswa, yaitu mahasiswa dapat meningkatkan motivasi dalam belajar dan
penerapan sarapan setiap hari. Bagi dosen untuk meningkatkan kinerja dalam mendidik atau mengajar.

Kata Kunci : Indeks Prestasi Kumulatif, Kebidanan

no.4 Jurnal Nurun

Hubungan Karakteristik Pengasuhan Ibu Dengan Keterampilan Sosial

Anak Usia 6 Tahun di Kecamatan Sidoarjo

 

( The Relationship Between Mother’s Parenting Characteristics And

Six Years Old Children’s Social Skills In Sidoarjo Sub-District )

 

A’im Matun Nadhiroh, S.Si.T., M.P.H

 

 

ABSTRAK

 

Masa kanak-kanak akhir merupakan masa “usia sekolah” dengan tugas perkembangan utamanya adalah “sosialisasi”. Keterampilan sosial bagi seorang anak merupakan faktor penting untuk memulai dan memiliki hubungan sosial yang positif dengan orang disekitarnya. Keterampilan sosial yang rendah dapat menyebabkan gangguan perilaku pada anak, penelitian yang dilakukan Kazdin (dalam Carr, 2001) menyebutkan bahwa lebih dari 50% anak usia 4-5 tahun telah menunjukkan beberapa gejala gangguan perilaku eksternal yang dapat berkembang menjadi gangguan perilaku yang menetap. Fenomena di lapangan didapatkan bahwa 40% anak mempunyai keterampilan sosial yang rendah. Pada masa ini peranan orang tua (ibu) sangat penting dan mempunyai pengaruh kuat khususnya pada perkembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pengasuhan ibu dengan keterampilan sosial anak usia 6 tahun di Kecamatan Sidoarjo. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Lokasi penelitian pada sekolah taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Sidoarjo. Subjek penelitian adalah ibu yang anaknya sekolah pada TK dan anak berusia 6 tahun. Jumlah sampel sebanyak 240 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel dengan tingkat kemaknaan (p<0,05) dan CI 95%. Hasil penelitian secara umum pengasuhan ibu berhubungan dengan keterampilan sosial anak. Semakin tinggi pengasuhan ibu semakin tinggi keterampilan sosial anak. Dengan memasukkan variabel kekhususan jenis kelamin anak, jumlah anak, jarak kelahiran, riwayat persalinan, sosial ekonomi dan pendidikan ibu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu berhubungan secara positif tidak langsung dengan keterampilan sosial anak melalui pengasuhan ibu yang ditandai dengan (r=0,041, p<0,05).

 

Kesimpulan: Semakin tinggi pengasuhan ibu semakin tinggi keterampilan sosial anak usia 6 tahun. Pendidikan ibu berhubungan secara positif tidak langsung dengan keterampilan sosial anak melalui karakteristik pengasuhan ibu

 

INKES vol 1no 1

 

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU

DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 

USIA 0 – 6 BULAN DI KREMBANGAN JAYA SURABAYA

 

FACTORS – FACTORS RELATED TO MATERNAL

BEHAVIOR EXCLUSIVELY BREASTFEEDING IN BABIESAGE 0-6 MONTHS

IN SURABAYA KREMBANGAN JAYA

 

Martha Lusiana Igo

A’im Matun Nadhiroh

 

 

ABSTRAK

Kurangnya perilaku ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Namun tidak semua ibu mengetahui dan menyadari pentingnya pemberian ASI secara eksklusif pada bayi. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan.

Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasinya adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan di Krembangan Jaya Surabaya sejumlah 47 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, dukungan suami dan budaya masyarakat, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku ibu dalam keberhasilan  Pemberian ASI Eksklusif.

Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisa melalui uji statistik Fisher Exact dengan tingkat signifikan 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden jelek sebanyak 22 orang (53%), dukungan suami mayoritas tidak mendapatkan sebanyak 30 orang (71%), budaya masyarakat mayoritas tidak mendukung sebanyak 23 orang (55%) dan perilaku ibu mayoritas tidak memberikan ASI secara eksklusif (81%). Untuk faktor pengetahuan dan perilaku didapatkan nilai p=0.001, untuk faktor dukungan suami dan perilaku didapatkan nilai p =0,000 dan faktor budaya masyarakat dan perilaku didapatkan nilai p=0.018 (p<0,05).

Hasil analisa data secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, dukungan suami, budaya masyarakat dengan perilaku ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan.

 

Kata kunci : pengetahuan, dukungan suami, budaya masyarakat dan perilaku ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif.

ABSTRACT

 

The lack of mother behavior in giving ASI exclusively represent one of cause of height of Infant mortality rate in Indonesia But do not all mother know and realize its important to gift ASI exclusively at the baby. Hence from that, this research target is to identify the factors which deal with mother behavior in giving ASI exclusively at age baby 0-6 month.

Desain Research used by descriptive of correlation with the approach of cross sectional, their populations are 47 mother having age baby 0-6 month in Krembangan Jaya Surabaya. Was taken with simple random sampling, and independent variables in this research are knowledge, support of husband and society culture while variable dependent is mother behavior in exclusive gift ASI efficacy.

Data collected by used questioner and with statistical test of Fisher Exact Test with the level of  signifikan 0,05%. The result of research indicate bad knowledge as much 22 people ( 53%),  do not support of majority husband as much 30 people ( 71%), do not support of society culture as much 23 people ( 55%) and majority mother do not give the ASI exclusively ( 81%). Moreover, result of analysis of Fisher Exact Test for the factor of knowledge and got by behavioral of value p=0.001. Factor of husband support and got by behavioral of value p = 0,000 and cultural factor of society and got by behavioral of value p=0.018 ( p<0,05).

Result of inferential data analysis as a whole that there is any correlation between  knowledge, husband support, cultural of society behaviorally mother in giving ASI exclusively at age baby 0-6 month.

Keyword :               knowledge, husband support, cultural of society and mother behavior in giving ASI exclusively.

INKES_Vol_1_no_2.html

 

 

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN DINI

PADA REMAJA DI DESA BATANG-BATANG DAYA

KABUPATEN SUMENEP

 

  Eva Widhiana, 

A’im Matun Nadhiroh

 

 

ABSTRAK

Indonesia masih banyak yang berpandangan bahwa lebih baik menikah muda, kemudian menjadi janda dari pada terlambat menikah, apabila seorang wanita terlambat menikah, hal itu merupakan suatu keadaan yang belum diterima secara baik oleh anggota Masyarakat. Angka pernikahan usia dini di Pulau Garam (Madura) tergolong tinggi. Berdasarkan data yang di dapat dari berbagai Kabupaten di Jawa Timur pernikahan usia dini terbanyak di Madura sebanyak 23,2 % bahkan hampir merata di empat Kabupaten seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Pernikahan dini sering disebabkan oleh faktor sosial budaya dan pendidikan yang dikarenakan faktor ekonomi relatif rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada remaja di Desa Batang – batang Daya Kabupaten Sumenep(1)

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah remaja usia 17-21 tahun sebanyak 122 orang dengan besar sampel yang digunakan adalah 93 responden, teknik pengambilan sampelnya yaitu Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Regresi Logistik Ganda  dengan taraf signifikasi 0,05

Dari hasil penelitian berdasarkan distribusi frekuensi didapatkan mayoritas usia remaja 17-18 tahun sebanyak 55 orang (59,1%), mayorits pekerjaan orang tua wiraswasta sebanyak 69 orang (74,2%), pendidikan kurang mayoritas sebanyak 59 responden (63,4%), sosial budaya yang mendukung mayoritas sebanyak 68 orang (73,1%), sosial ekonomi kurang mayoritas  sebanyak 66 (70,9%), pengetahuan kurang mayoritas sebanyak 65 orang (69,9%) dan yang melakukan pernikahan dini mayoritas sebanyak 62 orang (66,7%). Dari hasil uji Regresi Logistik Ganda  didapatkan hasil P<α maka H0 di tolak berarti ada pengaruh faktor pendidikan, sosial budaya terhadap pernikahan dini pada remaja dan P>α  maka H0 diterima berarti tidak ada pengaruh sosial ekonomi, pengetahuan terhadap pernikahan dini pada remaja.

Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa ada pengaruh faktor pendidikan, sosial budaya, sosial ekonomi, pengetahuan terhadap pernikahan dini pada remaja di Desa Batang-batang Daya Kabupaten Sumenep. Sebagai tenaga kesehatan kita dapat memberikan penyuluhan kepada keluarga dan remaja tentang pernikahan dini, dampak pernikahan dini dari segi kesehatan reproduksi dan segi psikologi. Upaya penyelesaian berupa solusi tentunya harus ada pendekatan antara tenaga kesehatan dan keluarga agar hasilnya dapat maksimal.

 

Kata Kunci : Pendidikan, Sosial Budaya, Sosial Ekonomi, Pengetahuan, Pernikahan Dini.

 

ABSTRACT

Indonesia still many who believe that it is better to marry young, then became the widow of the late marriage, late marriage when a woman, it is a situation that has not been well received by members of the Society. Figures for early marriage on the island of Salt (Madura) is high. Based on data obtained from various districts in East Java early marriage ever as much as 23.2%, Madura, and even almost evenly in the four districts like Sumenep, Pamekasan, Sampang and Bangkalan. Early marriage is often caused by socio-cultural and educational factors are relatively low due to economic factors. The purpose of this study was to determine the factors that influence early marriage among adolescents in the village of Batang – Power trunk Sumenep

The design used in this study are cross sectional analytical approach. The study population is 17-21 year olds as much as 122 people with a large sample used is 93 respondents, the sample loading technique that is Simple Random Sampling. Data analysis using Multiple Logistic Regression test with significance level 0.05
From the results of research based on the frequency distribution is obtained the majority of adolescents aged 17-18 years as many as 55 people (59.1%), mayorits parents work as many as 69 people self-employed (74.2%), education is less a majority of 59 respondents (63.4% ), social culture that supports the majority of as many as 68 people (73.1%), social economics is less a majority of 66 (70.9%), knowledge about the majority of as many as 65 people (69.9%) and who perform the majority of early marriages were 62 people (66.7%). From the Multiple Logistic Regression test results found that the result P <α then reject H0 means no influence on educational factors, socio-culture of early marriage in adolescents and P> α then H0 accepted means no influence of socioeconomic, knowledge of early marriage among adolescents.

Based on the analysis concluded that there is influence of educational factors, socio-cultural, socioeconomic, knowledge of early marriage among adolescents in the village of Daya rods Sumenep. As health workers we can provide counseling to families and adolescents about early marriage, early marriage impacts in terms of reproductive health and psychological aspects. Efforts completion of course there must be a solution approach between health workers and family so the results can be maximized.

Keywords: Education, Social, Cultural, Social, Economic, Science, Early Marriage.

INKES_Vol_2_no_1.html

 

GAMBARAN KEJADIAN DYSMENORRHOE BERDASARKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA DALAM PENANGANAN DYSMENORRHOE DI MTs N IV SURABAYA

 

VIEWS GENESIS DYSMENORRHOE BASED KNOWLEDGE AND BEHAVIOR IN TEENS IN HANDLING DYSMENORRHOE MTS N IV SURABAYA

 

Ika Yudianasari

A’im Matun Nadhiroh(2)

 

 

ABSTRAK

Pada umumnya, dysmenorrhoe atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Semua itu tidak lepas dari jenis dysmenorrhoe yang diderita dan pengetahuan yang didapatkan siswi selama ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian dysmenorrhoe berdasarkan pengetahuan dan perilaku penanganan siswi kelas 3 tentang dysmenorrhoe.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah populas 72 orang siswi, kemudian diambil sampel sejumlah 72 orang dengan cara pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan tabulasi silang.

Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 72 siswi terdapat 45 atau 62,5% siswi mengalami dysmenorrhoe primer dan sedangkan siswi yang memiliki pengetahuan kurang terhadap dysmenorrhoe dari 72 siswi terdapat 57 atau 79,2% siswi. Sedangkan siswi yang melakukan penanganan terhadap dysmenorrhoe, dari 72 siswi terdapat 64 atau 88,9% siswi melakukan penanganan terhadap dysmenorrhoe.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian dysmenorrhoe dan perilaku penanganan terhadap dysmenorrhoe dengan pengetahuan yang kurang lebih banyak bila dibandingkan dengan kejadian dan perilaku penanganan terhadap dysmenorrhoe dengan pengetahuan baik. Sehingga ada keterkaitan antara kejadian, pengetahuan dan perilaku tentang dysmenorrhoe oleh siswi kelas 3 di MTs N IV Surabaya. Oleh karena itu, perlu diberikan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi sejak dini.

 

Kata kunci : dysmenorrhoe, pengetahuan, perilaku.

 

ABSTRACT

On publicly, dysmenorrhoe or menstrual pain may be a symptom that most often causes young women to go to the doctor for consultation and treatment. The nature and level of pain varies, ranging from mild to severe. All that can not be separated from the type dysmenorrhoe suffered and knowledge acquired during these girls. The purpose of this research is to know the description of events based on knowledge and behavior dysmenorrhoe handling third-grader about dysmenorrhoe.

        The study was a descriptive study of 72 people populas schoolgirls, then the sample was taken some 72 people by way of sampling the total sampling. The instrument used was the questionnaire. Data analysis with frequency distribution and cross tabulation.

The results showed that of 72 female students there are 45 or 62.5% female students experienced primary dysmenorrhoe and while students who have less knowledge of dysmenorrhoe than 72 students are 57 or 79.2% female students. While students are doing the handling of dysmenorrhoe, from 72 female students there are 64 or 88.9% female students of any treatment for dysmenorrhoe.

The conclusion from this study indicate that the incidence dysmenorrhoe and behavioral treatment of dysmenorrhoe with the knowledge that less is more in number compared with the incidence and treatment of behavior dysmenorrhoe with good knowledge. So there was a relationship between events, knowledge and attitudes about dysmenorrhoe by third grade student in MTs N IV Surabaya. Therefore, it should be given knowledge about reproductive health from an early age.

 

Keywords: dysmenorrhoe, knowledge, behavior.

INKES Vol 2 no 2

 

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA AWAL TENTANG PERUBAHAN

ORGAN REPRODUKSI BERDASARKAN SUMBER INFORMASI

 DI SMP DARUL MUSTOFA TONJUNG BANGKALAN

 

DESCRIBING TEENS KNOWLEDGE ABOUT CHANGES OF REPRODUCTIVE

 ORGANS ON THE BASIS FROMINFORMATION BASICAT THE SMP DARUL

 MUSTOFATONJUNG BANGKALAN.

 

 

 

(1) Esarachmani Julita,(2)A’im Matun Nadhiroh, S. SiT.,MPH

(1) Mahasiswa D.III Kebidanan STIKES Insan Se Agung Bangkalan

(2)Dosen STIKES Insan Se Agung Bangkalan

 

 

 

ABSTRAK

 

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak kedewasaan  bukan hanya dalam arti psikolog, tetapi juga fisik, bahkan perubahan yang terjadi itulah yang menjadi gejala primer dalam pertumbuhan remaja, dan seharusnya remaja mengerti tentang perubahan organ reproduksi. Dari survei awal yang dilakukan dari 10 responden 60% tidak mengerti tentang perubahan organ reproduksi pada remaja sangat penting, jika tidak diberikan pengetahuan tersebut dikhawatirkan remaja menarik diri dari pergaulan dan dari mana informasi tersebut didapat agar mendapatkan informasI yang benar. Adapun tujuan dari penelitian ini didapatkannya gambaran pengetahuan remaja awal tentang perubahan  organ reproduksi berdasarkan sumber informasi di SMP Darul Mustofa Tonjung Bangkalan.

Desain penelitian secara deskriptif populasi 59 siswa dengan sampel seluruh siswa kelas 1 SMP Darul Mustofa Tonjung Bangkalan (total populasi). Cara pengambilan sampel adalah total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan alat ukur kuisioner yang dijabarkan dalam bentuk distribusi, frekuensi dan tabulasi silang.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan kurang (74,58%), sedangkan banyak yang belum mendapat sumber informasi (67,80).  Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang kurang disebabkan kurangnya informasi yang didapat dari pendidikan pengajaran dan pengalaman serta kurangnya peran serta orang tua tentang perubahan organ reproduksi. Saran dalam penelitian ini perlu diberikan pendidikan tentang perubahan organ reproduksi baik dirumah atau di sekolah, dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang sikap dan perilaku seksual remaja (dampak dari pengetahuan tentang organ reproduksi remaja), dampak dari informasi yang di dapat dari media masa.

 

 

ABSTRACT

 

Kata Kunci : Pengetahuan, sumber informasi organ reproduksi

 

Teenagers are the transition from oldest children not only in the sense of psychologists, but also physical, even a change which is the primary symptom of growth in adolescents, and teens should know about changes in reproductive organs. From the initial survey of 10 respondents 60% do not understand about the changes in reproductive organs in adolescents is very important, if not given this knowledge is feared teenagers withdraw from society and from which the information was obtained in order to obtain the correct information. Purpose of these reasech was taken describing teens knowledge about changes of reproductive organs on the basis from information basic at the SMP Darul Mustofa Tonjung Bangkalan.

Descriptive study of the population of 59 students with a sample of all grade 1 students design SMP Darul Mustafa Tonjung Bangkalan (total population). How is the smpling total sampling.? Methods of collecting data through questionnaires instrument of measurement described in a table of distribution, frekuaensi and narrative.

The results showed that most knowledge is smaller (74,58%), while many have not get font information (67.80%). On the basis of the results of these studies concluded that the lack of consciousness due to lack of information obtained from the school of education and experience so less participation from their parent about changes of reproductive organs. This study suggestions should receive education about changes in reproductive organs either at home or at school, and there should be more research on teen attitudes and sexual behaviour (the impact of the knowledge of the adolescent reproductive organs), the impact of the information to the media.

 

Keywords: knowledge, information reproductive organs

INKES Vol 3 no 1

 

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAHASISWA D-IV KEBIDANAN

TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI PEMERIKSAAN PAYUDARA

SENDIRI (SADARI) DI STIKES INSAN UNGGUL SURABAYA

 

THE FACTORS WHICH IS ASSOCIATE TO STUDENT D-IV MIDWIVERY’S BEHAVIOR TO EARLY

 DETECTION ABOUT BREAST CANCER THROUGH CHEKING THEIR OWN BREAST

 (SADARI) AT STIKES INSAN UNGGUL SURABAYA

 

 

(1)A’im Matun Nadhiroh, S.Si.T., M.P.H

(1)Dosen SIKES Insan Se Agung Bangkalan

 

 

ABSTRAK

 

Kanker payudara merupakan penyakit keganasan kedua yang dialami oleh wanita setelah kanker leher rahim. Hingga saat ini frekuensi kanker payudara mencapai 20% dari seluruh penyakit kanker dan sekitar 70% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit apabila sudah berada pada kondisi stadium lanjut. Maka sebagai langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang wanita untuk melakukan deteksi dini timbulnya kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun tidak semua wanita mengetahui, memahami dan melaksanakan SADARI. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku mahasiswa D-IV Kebidanan STIKES Insan Unggul Surabaya tentang deteksi dini kanker payudara melalui SADARI.

Metode Penelitian : Deskriftif korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasinya adalah mahasiswa D-IV Kebidanan STIKES Insan Unggul Surabaya sejumlah 118 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan usia sedangkan variabel dependennya adalah perilaku SADARI. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa melalui uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05%.

Hasil penelitian : Mayoritas pengetahuan mahasiswa baik (59%), sikap mayoritas tidak mendukung (53%), usia mayoritas usia dini (93%) dan perilaku SADARI mayoritas pasif (87%). Dan hasil analisa Chi-Square untuk  faktor pengetahuan didapatkan X2 hitung = 2,606, X2 tabel = 3,481, p = 0,106, faktor sikap  X2 hitung = 3,433, X2 tabel = 3,481, p = 0,064, dan faktor usia X2 hitung = 0,011, X2 tabel = 3,481, p = 0,916

Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan usia dengan perilaku deteksi dini kanker payudara melalui SADARI.

Kata kunci : Pengetahuan, sikap, usia dan perilaku SADARI

 

ABSTRACT

 

Introduction : Breast cancer represasn’t as the second woman ferocious disease after cervix cancer. Till in this time tired breast cancer frekuency is twenty % from antire cancerous and around 70% breast cancer patient come to hospital if have resided in middle stadium condition. Hence as early stape, woman must be conduct in detect early incident of breast cancer is with breast self inpectiont. However, not alow woman know, comprehend, and execut the breast self inpectiont (SADARI). The purpose of this reseach is identify the factor’s related to behavior of student of D-IV midwivery of STIKES Insan Unggul Surabaya in detection early breast cancer through breast selp inpection.

Methode : The result is a correlation descriptive design with approach of cross sectional technique ; their population’s are 118 student’s of D-IV midwivery of STIKES Insan Unggul Surabaya. Was taken with simple random sampling, an independent variable’s in this reseach are knowledge, attitude and age while it’s dependent variable is behavior of SADARI.

Result : Data collected by user questioner and with chi-square statistical test in lavel of significant 0,05%. The result of reseach indicate that mayority of responden have a good knowledge (59%), and supported attitude (53%), early age (93%) and passife behavioral (87%), more over, result of analysis of chi-square of the factor’s of knowledge got X2 calculated = 2,606, X2 table = 3,481, p = 0,106, attitude factor got X2 calculated = 3,433, X2 table = 3,481, p = 0,064 and age factor got X2 calculated = 0,011, X2 table = 3,481, p = 0,961.

Discusion : This reseach conclude’s that there is not any corelation’s between knowledge, behavior and age with behavior of early detection on cancer through SADARI.

 

Keyword : Knowledge, attitude, age and SADARI behavior

INKES Vol 3 no 2

 

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri  

Tentang Kesehatan Reproduksi  Remaja Dengan

Personal Hygene Organ Reproduksi di  Pondok Pesantren Putri Al-Hidayah Jangkebuan Bangkalan

 

((1)Ria Yukotan

(2)A’im Matun Nadhiroh,S.SiT., M.P.H

(1)Mahasiswa D.III Kebidanan Insan Se Agung Bangkalan

(2)Dosen D.III Kebidanan Insan Se Agung Bangkalan

ABSTRAK

Personal hygene organ reproduksi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi. Tindakan tersebut akan bersifat langgeng jika didasari oleh pengetahuan yang baik dan sikap yang positif tentang kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi remaja dengan personal hygene organ reproduksi.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasinya adalah remaja putri di Pondok pesantren putri Al-Hidayah Jangkebuan Bangkalan sebanyak 125 0rang. Dengan tehnik sampling simple random sampling. Besar sampel 95 responden. Varabel independennya adalah pengetahuan dan sikap. Variabel dependennya adalah personal hygene organ reproduksi. Pengolahan datanya menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang, uji statistiknya dengan rank spearmann dan chi square.

Hasil penelitian dari 95 responden diperoleh sebanyak 75 remaja putri (78,95%) memiliki pengetahuan baik, sebanyak 67 remaja putri (70,53%) memiliki sikap negatif, sebanyak 77 remaja putri (80%) melakukan personal hygene organ reproduksi. Berdasarkan uji statistik rank spearman menunjukkan bahwa  p=0,002 < α=0,05  artinya ada hubungan pengetahuan dengan personal hygene organ reproduksi. Dan berdasarkan uji chi square menunjukkan p=0,835 > α=0,05 artinya tidak ada hubungan sikap dengan personal hygene organ reproduksi.

Maka dari itu bidan sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan perannya sebagai pendidik dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja khususnya di lingkup pondok pesantren.

Kata kunci : Pengetahuan, Sikap dan Personal hygene organ reproduksi

ABSTRAC

Personal hygene of reproduction organt is an action that which done to keep clean reproduction organt. This action could be everlasting which based by a good knowledge and postive behaviour about reproduction health. The destination of this eksperiment is to know the knowledge correlation and the girl youth behaviour about reproduction health with personal hygene.

In this experiment used analitic experiment kinds with cross sectional experiment design. The populations use the girls youth in Pondok pesantren putri Al-Hidayah Jangkebuan Bangkalan for about 125 girl. The sample technique used simple random sampling. The sampel are 95 respondent. Independent variable is knowledge and behaviour. The dependent variable is personal hygene of reproduction organt. The data processing uses frequencies distribution, cross tabs, and statistic test is rank spearmann and chi square.

The experiment result from 95 respondent got from 75 (78,95) had good knowledge, 67 (70,53%) young girls had negative behaviour in youth reproduction health. In 77 (80%) young girls did personal hygene of reproduction organt. Based statistic test rank spearmann showed that p=0,002 < α=0,05 it  means that there is correlations betwen knowledge and personal hygena of reproduction organt. Based chi square test showed that p=0,835 > α=0,005) it means that there is not correlations betwen behaviour and personal hygene.

So midwife as healhty labour  hope can develope their role as teacher in giving healthy education and conselling about youth reproduction health especially in pondok pesantren environment.

 

Keyword : knowledge, Attitude, Personal hygene

vol_4_no_1.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create